Powered By Blogger

Kamis, 15 Januari 2009

Kesaksian dari Brazil: Debu Emas

Kesaksian dari Brazil: Debu Emas PDF Print E-mail

Namanya Silvania. Dia tinggal di Brasilia. Ibu empat anak ini tiba-tiba saja terkenal secara internasional, terutama di dunia keKristenan

Dia bukan artis. Bukan pula pengkhotbah televisi. Dia adalah ibu rumah tangga biasa dengan empat anak. Lebih dari itu, dia menderita empat macam kanker stadium lanjut. Dokter sudah angkat tangan. Dari pori-pori tubuhnya keluar cairan empedu hijau yang sangat bau. Masyarakat di sekitarnya meninggalkan dia. Hanya suami dan keempat anaknya yang masih tahan berada di dekatnya.Dia mencoba segala cara untuk sembuh. Dokter, pusat spiritual, dukun dan segalanya. Namun sia-sia. Dia pasti sudah meninggal jika saja tidak ada seorang yang menyuruh suaminya untuk mengajaknya ke gereja. Dia berserah. Pendeta gereja kecil itu memintanya untuk memberi waktu 30 hari bagi Allah untuk bekerja. Dia berkata ya. Pada titik ini dia sudah berserah apa adanya. Pada kunjungan ketiga di gereja, dia disembuhkan. Dia bangun keesokan harinya tanpa rasa sakit sama sekali. Cairan empedu pun tidak lagi keluar dari pori-porinya.

Minyak Zaitun dan Debu Emas

Minyak yang keluar dari tangan Silvania ditampung ke dalam botol dan dipakai untuk mengurapi orang-orang yang sakit ketika Silvania tidak hadir atau ketika dari tangannya tidak keluar minyak lagi. Sedangkan debu emas yang keluar dari kepalanya ditampung pendeta di Alkitabnya dan dipakai untuk mengolesi orang yang sakit. Menurut kesaksian orang-orang yang ikut kebaktian di Calvary Pentecostal Campground di Ashland, Virginia, Amerika Serikat, banyak orang yang disembuhkan dari sakitnya.

Gigi Perak dan Gigi Emas

Menurut pakar pertumbuhan gereja C. Peter Wagner, mukjizat semacam ini sudah lama terjadi. Di Kebaktian Kebangunan Rohani di Argentina pada tahun 1970-an, banyak gigi berlubang yang ditambal secara adikodrati semacam itu. Gigi jemaat ditambal dengan "bahan putih keras yang tidak dikenali dokter gigi," ujar Wagner.

Menyebar Seperti Toronto Blessing

Pada April 1998, Heflin mulai melihat debu emas di wajah orang lain. Dia bahkan pernah melihat butiran emas yang lebih besar jatuh dari pakaian seorang wanita selama konvensi wanita yang dipimpinnya. Pada konferensi itu juga, debu emas juga muncul di wajah pembicara tamu. Tampaknya makin sering Heflin berbicara tentang mukjizat ini, makin banyak saja debu emas yang bermunculan.

Emas Asli atau Palsu

Wanita itu tidak sendirian. Setelah ratusan orang melaporkan menerima mahkota gigi dan tambalan gigi dari emas, staff di TACF mencoba untuk mengujinya dengan perantaraan dokter gigi. Mereka mendapati bahwa separuh dari mereka tambalannya memang berubah menjadi mengkilap. "Tetapi bukan emas," ujar Arnott.

Batu Penguji

"Batu penguji yang sesungguhnya," ujar pendeta Anglikan Trevor "adalah apakah orang-orang yang terkena mukjizat itu makin dekat kepada Tuhan atau tidak, mengembangkan iman yang makin kuat di dalam kuasa-Nya atau tidak dan menjadi makin serius terhadap Allah". Pearce berkata tandas: "Iblis tidak dapat melakukan hal-hal itu."


Yang penting bagi fenomena debu emas ini adalah: Jika orang-orang disembuhkan atau mengenal Kristus, atau jika iman mereka dikuatkan, atau jika mereka menjadi makin bersemangat di dalam penginjilan sebagai hasil dari debu emas atau tambalan emas, maka Allah sedang berkarya tidak jadi masalah betapa aneh tampaknya atau tidak masuk akal manusia. Sekitar 25 persen dari kasus yang dilaporkan ternyata tidak benar. Orang yang mengira menerima mukjizat mengetahui belakangan bahwa dokter gigi mereka telah memasang mahkota gigi emas di mulut mereka dan mereka telah lupa akan hal itu.

Dua puluh lima persen lainnya terbukti benar-benar emas. Wagner, yang berkata bahwa dia percaya Allah bisa melakukan mukjizat ini, mencatat bahwa mereka seharusnya menangkap perhatian dari dunia sekular. "Para ahli kimia mencoba untuk mengubah unsur-unsur lain menjadi emas selama satu milenium," ujarnya. "Mereka tidak berhasil, tetapi Allah bisa."Namun, yang membuat masalahnya menjadi rumit, ada pertanyaan tentang orang-orang yang merekayasa fenomena debu emas dengan menyebarkan debu keemasan di diri mereka sendiri. Salah satu pendeta Brasilia, Silvania Machado, bersikeras dia tidak memalsukan manifestasi itu meskipun dua pengujian independen menunjukkan bahan yang jatuh dari kepalanya adalah sejenis lapisan plastik.Di dalam sebagian besar kasus di mana debu emas muncul di Amerika Serikat, tidak seorang pun menguji bahan itu dan beberapa pendeta merasa tidak enak karena mereka melihat debu itu muncul begitu saja.


"Kami tahu kejadian ini adalah fenomena adikodrati, apakah debu ini dari emas atau tidak," ujar pendeta Bill Ligon dari Christian Renewal Church di Brunswick, Georgia. Gerejanya mulai menyaksikan fenomena debu emas awal tahun 2001 ini. "Faktanya Allah mengirimkan tanda adikodrati di tengah kita yang Dia pakai untuk memenangkan orang yang hilang, menyembuhkan orang sakit dan membebaskan yang terbelenggu," ujar Ligon.


Yang sering jadi pertanyaan dalam fenomena ini, apakah emas yang muncul itu asli atau palsu. "Banyak orang mengira tambalan mereka berubah menjadi emas padahal tidak," Wagner mengingatkan. "Dokter gigi saya di Colorado Springs cerita ada seorang wanita yang datang kepadanya dan mengira bahwa tambalan peraknya berubah menjadi emas, tetapi dia berkata bahwa tambalan itu bukan emas. Bahkan, lobang di giginya masih tetap ada." Pada November 1998 pendeta Bob Shattles dari Friendship Baptist Church di Austell, Georgia, mengundang Heflin untuk melayani jemaatnya. Ketika Heflin berdoa baginya, Shattles diliputi kuasa Roh Kudus.

Keesokan harinya, Shattle berkata, minyak mulai keluar dari tangannya, dan pada petang harinya debu emas mulai muncul di wajahnya saat dia memimpin kebaktian. Dia berkata dia menerima urapan khusus penginjilan hari itu. Sejak itu dia telah membawa lebih dari 2000 orang untuk datang kepada Kristus.Pada akhir tahun 1998 Heflin mengalami fenomena debu emas setiap kali dia berkhotbah. Dia tidak sendirian. Pada bulan Maret 1999 dalam sebuah konferensi di Toronto Airport Christian Fellowship (TACF), hampir 700 orang menerima tambalan emas atau perak di gigi mereka. Gereja itu menulis fenomena itu di dalam warta jemaat mereka dan di situs mereka dan hampir bersamaan, laporan tentang adanya debu emas mulai terjadi di Oklahoma, California, Florida, Montana, Tennesse, Kansas, North Carolina, Ohio dan di luar Amerika Serikat.Kapan saja Heflin atau Shattles berkhotbah, mukjizat emas-baik debu maupun gigi-muncul. Fenomena ini menyebar dari Toronto dan juga dari Afrika Selatan beberapa bulan lebih awal. "Fenomena ini sangat menular," ujar Marc Dupont dari Fort Wayne (Indiana) Vineyard Christian Fellowship.Setelah konferensi di Toronto, pendeta TACF John Arnott dengan bersemangat menelepon Che Ahn, pendeta Harvest Church di Pasadena, California, untuk menceritakan fenomena ajaib ini. Meskipun saat itu waktu menunjukkan pukul 11:30 malam di California, begitu mendengar tentang penambalan gigi secara adikodrati, Ahn meminta Arnott untuk mendoakannya via telepon.Keesokan harinya, Ahn memperhatikan tambalan giginya yang terbuat dari campuran logam warna abu-abu berubah menjadi perak yang bersinar. "Mereka bersinar cemerlang," ujar Ahn. "Saya hanya bisa berkata, 'Wow.' Hal ini memberi saya iman bahwa Allah sedang melakukan sesuatu."Ahn sudah terjadwal untuk berkhotbah di gereja-gereja di Oklahoma dan Tennessee minggu itu, jadi dia membagikan kisah mukjizat itu di dua tempat tersebut. Orang-orang menerima tambalan dan mahkota gigi emas di tempat yang sama dan mukjizat itu terjadi lagi di gerejanya sendiri di Pasadena dan sebuah gereja di Pennsylvania ketika dia diundang untuk berkhotbah di sana minggu berikutnya. Sejak saat itu Ahn melihat mukjizat yang sama di Indonesia, Filipina dan Hong Kong.


Seperti fenomena Toronto Blessing dengan Holy Laughter-nya, fenomena debu emas ini juga menyebar seperti api. Contohnya bisa diamati pada diri Ruth Heflin, seorang pendeta pentakosta yang telah melayani selama 45 tahun di Calvary Pentecostal Tabernacle. Heflin berkata dia melihat fenomena debu emas pertama kali pada bulan Februari 1998 setelah beberapa rekannya mengunjungi Brasilia. Putera pionir Pentakosta ini berkata, dia tidak ragu-ragu bahwa mukjizat debu emas ini berasal dari Allah. Orang-orang mulai melihat debu emas di wajah Heflin setiap kali dia berkhotbah. Wagner dan isterinya, Doris, pertama kali mendengar mukjizat gigi ini pada awal 1980-an ketika mereka melihat pelayanan Omar Cabrera. "Saat ini," ujar Wagner, "hampir tidak ada gereja di Argentina yang jemaatnya belum pernah mengalami mukjizat kesembuhan ilahi di gigi mereka."Bahkan di kebaktian-kebaktian yang diadakan oleh penginjil Argentina Carlos Annacondia, Wagner menambahkan, "Orang-orang hanya boleh memberi kesaksian di tempat umum jika mereka mendapat tambalan adikodrati di tiga atau lebih gigi mereka. Jika hanya satu dari gigi mereka yang ditambal secara adikodrati itu sudah dianggap lumrah."Mukjizat gigi ini menyebar ke Brasilia pada awal 1990-an, negara di mana fenomena debu emas pertama kali berasal. Meskipun ada banyak laporan terpisah tentang penambalan gigi secara ajaib ini di Amerika Utara pada tahun 1800-an, tetapi fenomena ini baru menyebar secara internasional pada tahun 1999.


Ternyata fenomena debu emas itu bukan cerita baru. Lama sebelum itu ada fenomena gigi perak dan gigi emas. Orang-orang yang datang kebaktian dengan gigi berlubang baik yang sudah tambalan maupun belum, tiba-tiba saja "ditambal" secara adikodrati dengan perak atau emas. Bukan hanya itu, bahkan ada orang yang seluruh giginya berganti menjadi emas. "Tidak ada putihnya yang kelihatan," ujar Marc Dupont yang mendoakan pendeta Rich Oliver dari Family Christian Center. Dokter gigi Rich pun mengakui dia belum pernah memasang emas di gigi pasiennya itu.


Kisahnya mungkin hanya akan berakhir sampai di sini jika tidak ada manifestasi yang menggemparkan, bukan saja di gereja yang Silvania hadiri, tetapi juga di Amerika dan akhirnya sampai juga ke Indonesia. Ketika mengalami kesembuhan ilahi, minyak-yang belakangan diuji di laboratorium sebagai minyak zaitun murni-mulai keluar dari tangannya. Tidak hanya itu, tidak lama kemudian tubuhnya, terutama kepalanya, mengeluarkan debu emas. Karena berguguran dari kepala itulah maka ada yang menyebutnya "ketombe emas". Setiap butir debu emas itu memiliki tepi yang bulat yang "bukan buatan pabrik mana pun".


kesaksian sharafuddin

Kesaksian yang luar biasa dari pengkajian dan penemuan secara pribadi.



Kesaksian Saudara Sharafuddin

Salam Sejahtera saudara-saudari.



Saya adalah Sharafuddin, dan saya berasal dari sebuah keluarga Melayu Muslim. Sejak awal-awal lagi, saya telah menjalani pendidikan Islam secara serius dan intensif. Orangtua saya telah memastikan saya mempelajari mata pelajaran Islam seperti Usuluddin, pengajian al-Quran dan sebagainya. Semua ini telah menolong saya peka dan prihatin terhadap perkara-perkara kerohanian dan keagamaan. Saya sangat suka mendalami pengetahuan dan pengalaman saya terutamanya dalam hal-hal kealiman dan tulisan-tulisan tokoh agama terutamanya ilmu-ilmu keIslaman.



Dari situ, waktu saya seorang remaja saya sudah pun rajin menunaikan kewajipan-kewajipan saya sebagai seorang Muslim yang bertaqwa kepada Allah swt. Adik-beradik saya pun sedar akan hal ini dan kecenderungan saya terhadap kerohanian dan agama Islam saya.Sesudah meningkat ke tahap umur kedewasaan, saya pun memasuki IPT dan lepas itu berjaya masuk ke Universiti yang saya harap-harapkan. Waktu itu, saya masih serius mencari jawaban-jawaban saya dalam agama Islam, dan mempercayai andaian bahawa Islamlah agama fitrah manusia yang harus dianuti semua orang. Sedikit demi sedikit, pemikiran saya mulailah berkembang, apabila saya berbincang tentang keagamaan dengan sahabat-sahabat serta pensyarah-pensyarah kuliah saya di universiti.

Satu sebab mengapa fikiran saya berkembang adalah kerana ketidak-puasan hati saya kepada routine keagamaan saya dan kecetekan ketaqwaan saya sebagai seorang Muslim. Maksud saya ialah: walaupun saya menegakkan din Islam saya dan telah menyempurnakan fardu-ain saya, saya mendapati bahwa Allah amat jauh sekali dari diri saya. Walau pun Islam ada berslogan : "Allah adalah sedekat doa anda." Ini bukanlah pengalaman yang sesungguhnya asli dalam Islam. Walau pun saya sungguh rajin bertaqwa kepada Allah, Dia selazimnya tidak pernah meyakini saya dengan ar-Rahman-Nya atau pun ar-Rahim-Nya (yakni Kasih-sayang-Nya) secara peribadi .



Sebaliknya, Allah maha jauh sekali daripada penganut-penganut-Nya! Dia melakukan segala-sesuatu dalam kehidupan mereka dari jarak yang jauh...maklumlah konsep bila tashbih dalam Islam mempelopori ajaran itu! Walau pun dalam nama, Islam mengajar Allah itu 'berkasihan dan sayang kepada makhluk-makhluk-Nya', tetapi, ajaran Islam yang lain seperti bila kaifa dan bila tashbih membatalkan apa-apa fahaman 'kasih dan sayang' Allah yang dapat difahami secara fitrah atau pun secara biasanya difahami dan dihayati oleh manusia. Kedua-kedua konsep ini sebenarnya 'adalah di luar jangkauan pemahaman manusiawi'.


Kita harus mempercayainya secara membuta sahaja, yaitu dengan sikap bertaqlid sahaja! Inilah yang maksudkan oleh ungkapan bil'a kaifa. Yakni : dengan TIDAK menanyakan 'Mengapa' atau pun 'Bagaimana'. Islam juga mengutuk segala penyembahan kepada berhala-berhala ("idolatry") kerana Muhammad telah menyatakan 'La-illa ha-ilallah', 'Tidak ada tuhan selain daripada Allah'. Akan tetapi, SELURUH dunia Islam SETIAP HARI, DAN LIMA KALI SEHARI, mereka bersujud, berlutut dan berukuk kepada sebuah bangunan berbentuk segi-empat di kota Mekkah.

Bangunan kaabah itu mengandungi sebuah Batu Hitam yang amat disanjung tinggi oleh semua para Muslimin dan Muslimat, yang disebut sebagai 'Hajarul aswad'. Lebih tepat lagi, batu ini sebenarnya ialah satu serpihan tahi bintang yang telah jatuh dari langit di zaman dahulu. Serpihan tahi bintang ini juga adalah satu objek yang sangat disanjung tinggi, bahkan diagungkan semasa penziarahan ke bangunan Ka'abah itu. Sesudah berlutut, bersujud mengadap dan selepasnya bertawaf tujuh kali keliling bangunan itu, bakal-bakal Haji akan bergegas untuk melihat, menyentuh dan mencium hajar-ul aswad atau pun batu hitam itu sepertimana telah dilakukan oleh nabi Islam sendiri. Apakah itu bukannya keberhalaan ? Apakah itu bukankah menyanjung sebuah serpihan batu (tahi bintang) yang tidak bernafas, mendengar, melihat atau pun bercakap!!?


Akan tetapi, semua ini harus dijadikan pegangan serta ikutan secara bila kaifa dan dengan sikap bertaqlid saja. Para beriman tidak boleh bertanya: 'Kenapa' atau pun 'Bagaimana' hal ini bukan merupakan keberhalaan atau berbeda daripada keberhalaan, walaupun batu itu hanyalah satu serpihan hitam yang tidak melihat dan tidak mendengar atau pun bernafas-tetapi boleh dicium dan diidolakan orangramai! Bukankah itu satu sumber syirik?

Lambat-laun, saya pun dengan sendiri, tanpa dorongan dari mana-mana pengaruh luar, telah mengkaji karya-karya mereka yang dulunya menganuti fahaman atheis tetapi telah menjadi pengikut agama. Salah satu dari mereka ialah C.S. Lewis, seorang pujangga, pemikir dan ahli falsafah dari Universiti Oxford, Inggeris. Beliau telah bergumul dengan persoalan-persoalan keabadian, ketuhanan dan hal-hal intelektual atheisme. Sebagai seorang yang dulunya atheis, beliau pernah mempersoalkan banyak perkara tentang agama Kristian dan agama-agama yang lain. Tetapi akhirnya juga dia memeluk agama Kristian dan telah menerbitkan banyak bahan-bahan ilmiah yang membuktikan munasabahnya agama Kristian dan ajaran Isa Al-Masih.



Salah sebuah buku yang dia telah menghasilkan ialah Mere Christanity. Saya amat tertarik dengan hujah-hujah di dalam karya ini termasuk penjelasan-penjelasannya yang bernas, jelas dan yang penting sekali -cukup memuaskan bagi pencarian saya untuk kebenaran rohaniah yang sejati. Pada waktu yang sama, saya telah membaca AlKitab/Injil dan mengkaji ajaran-ajaran Isa Al-Masih secara mendalam.

Akhirnya, saya telah tertarik kepada satu nas Kitab Suci Injil yang telah menjelaskan kasih sayang Tuhan Allah yang sebenar kepada saya, yakni :"Kerana begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia telah mengurniakan (memberikan) Putera-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."Yohanes 3 : 16.



Inilah sifat kasih dan penyayang Allah yang sebenar dan sejati. Jauh beda sekali ajaran Islam tentang kasih Tuhan yang sebenarnya tidak dapat dikenali dan dihargai. Ramai orang juga menyalah-fahami ungkapan 'Putera-Nya' yang telah diutus Allah itu, kerana ini tidak sekali pun bererti Tuhan Allah perlu 'isteri' untuk mengutuskan Putera-Nya! Pentafsiran salah segelintir orang Muslim ini, mencerminkan pra-sangka tidak berasas mereka dan fikiran yang dangkal sebenarnya! Keputeraan Firman Allah Isa itu, tidak dapat difahami dalam maksud biologis atau pun jasmaniah.

Umat Kristian sendiri tidak pernah mentafsirkannya secara begitu! Sebaliknya, mereka kutuk dan membantah salah-tafsiran jasmaniah ini sekeras-kerasnya! Apakah istilah-istilah Anak Sungai, anak kunci, anak bulan dan sebagainya harus difahami atau ditafsirkan secara jasmani atau biologis ...?? Sudah tentu tidak, bukan! Saya telah pun memeluk dan menerima dengan sebulat hati, kurnia Allah yang tidak terbanding itu dalam Isa Al-Masih bagi diri saya sendiri! Sekarang saya dan seisi keluarga saya pun sudah menikmati taufik dan hidayah Allah sendiri yang sejati yang diberkati ke atas kami melalui Firman Allah yang hidup itu - Al-Masih Isa satu-satu-Nya Putera Allah yang tersayang.

Kami tidak mempunyai apa-apa masalah tentang segala-gala pengajaran Sayidina Isa yang terkandung di dalam Al-Kitab. Semuanya sangat berbaloi sekali.Saya ingin menutupi kesaksian saya dengan satu petikan dari sebuah karya C.S.Lewis yang terkenal itu, Mere Christianity : "If Christianity was something we were making up, of course we could make it easier and simpler. But it IS NOT. We cannot compete, in simplicity, with people who are inventing religions. How could we? We are dealing with Fact. Of course anyone can be simple if he has no facts to bother about."C.S.Lewis, Mere Christianity (New York, The Macmillan Company, 1943, Hal.145)



Semoga Allah memberkati pencarian saudara & saudari!


Sharafuddin.
from: www.yesuskristus.com

Minggu, 14 Desember 2008

Kebenaran Dibukakan



Saya seorang pria berusia 27 tahun dari keluarga bukan Kristen. Sejak di bangku SMP, saya mulai tertarik dengan pelajaran agama, khususnya mengenai perbandingan agama. Saya juga aktif dalam kegiatan keagamaan di SMP. Saya menjadi lebih tertarik dengan ilmu perbandingan agama setelah saya nonton film tentang Yesus di TVRI bulan Desember 1988, menjelang Natal.

Saya dahulu tidak percaya dengan semua ajaran Kristen, baik itu Allah Tritunggal, dosa warisan, dan ajaran-ajaran Kristen yang lain, khususnya tentang penyaliban Yesus, yang katanya disalib untuk menebus dosa manusia. Ada beberapa pertanyaan yang janggal mengenai penyaliban Yesus, yaitu:
Benarkah Yesus disalib, sedangkan Ia sendiri adalah Tuhan? Bukanlah Tuhan itu maha perkasa? Mungkinkah Tuhan bisa mati di atas kayu salib?
Menurut ajaran agama saya, yang disalibkan adalah Yudas, karena ia telah mengkhianati Yesus dan Allah telah menolong Yesus naik ke langit. Benarkah Yesus disalib?

Saya mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Suatu kali, saya kembali menonton film Yesus yang disiarkan oleh RCTI pada perayaan Paskah. Setelah menonton film tersebut, saya mengirim surat ke sebuah yayasan penginjilan yang tertera di film tersebut dan mereka mengajak saya berdialog tentang ajaran-ajaran Kristen, baik itu tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, dan penyaliban Yesus, kematian-Nya untuk menebus dosa kita. Roh Kudus bekerja dan memberikan saya pengertian tentang pertanyaan-pertanyaan saya.

Yesus bersabda, yang tercantum dalam injil Matius 20:17-19, yang berbunyi:
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
(Baca pula Markus 8:31, Lukas 18:31-34, Yohanes 12:20-36)

Dari keempat Injil tersebut telah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya: Mengapa Yesus tidak berdaya waktu disalib? Mengapa Yesus tidak melawan dan diam saja padahal Ia adalah Tuhan? Ini jawabnya: karena Tuhan Yesus, di empat Injil sudah memberitahukan bahwa diri-Nya akan menderita, dan penderitaan Yesus itu untuk menggenapi segala yang telah dinubuatkan Allah melalui para nabi sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Jika Tuhan melarikan diri, atau dengan kata lain ditolong oleh Allah naik ke langit dan Allah mengubah wajah Yudas menjadi Yesus, sehingga yang ditangkap dan disalib adalah Yudas, itu sama saja dengan Tuhan yang merusak rencana-Nya sendiri, karena Allah telah menubuatkan melalui para nabi, bahwa Anak Manusia akan menderita dan serahkan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Ini sama dengan orang yang telah membuat sebuah rencana matang, lalu di kemudian hari ia merusaknya sendiri. Allah adalah Allah yang membuat rencana dan rencana-Nya tidak akan dapat digagalkan oleh siapapun dan tidak mungkin diubah oleh-Nya, karena Ia maha yahu. Jika Allah yang telah membuat rencana, dan rencana-Nya kemudian diubah oleh-Nya oleh karena mungkin ada yang kurang baik dari rencana yang telah Ia buat, maka itu menunjukkan bahwa Allah yang demikian adalah Allah yang kurang maha tahu.

Lalu rencana matang apakah dengan kematian Yesus di atas kayu salib? Rencana matang itu adalah:
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, sebagaimana diterangkan dalam surat Roma 5:
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Juga tertera dalam 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menghapus dan menebus dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, Juruselamat kita yang perkasa.

Dalam Lukas 18:31-34:
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.

Oleh karena pekerjaan Roh Kudus, maka saya boleh mengerti mengapa Tuhan Yesus harus mati di kayu salib. Itu bukan berarti bahwa Ia tidak mampu menolong diri-Nya sendiri, tetapi setiap dosa harus ada penebusan. Karena Allah adalah Allah Yang Maha Suci, sehingga tidak ada kemungkinan manusia yang sudah jatuh dalam dosa dapat menghampiri Allah. Kita dapat datang menghampiri Allah yang Maha Suci, apabila diri kita juga suci. Dan yang menyucikan kita adalah darah Yesus. Darah melambangkan hidup, oleh karena itu dalam Perjanjian Lama ada darah binatang yang dialirkan untuk berdamai dengan Allah dan penggenapannya adalah Darah Anak Allah sendiri, yaitu Yesus yang dialirkan untuk menebus dosa kita.

Dalam Matius 27:1-5, dijelaskan mengenai penyesalan Yudas yang telah menjual Yesus, bahwa ia mati bunuh diri. Ia menyesal, tetapi tidak bertobat. Sedangkan Petrus, yang telah menyangkal Yesus, menyesal dan bertobat. Kematian Yudas pun tertera dalam surat Kisah Para Rasul 1:18.

Oleh karena pengertian yang telah diberikan, maka saya bertobat dan menerima Yesus yang adalah Tuhan, Juruselamat, dan Raja.

Ada satu keinginan saya setelah bertobat, bahwa saya ingin memberitakan kabar baik tentang Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebus dosa dan telah bangkit dari kematian dan menang atas dosa. Saya terus mendalami akan iman Kristen dengan pemahaman teologia yang benar.

Mengenai kesaksian ini yang dititikberatkan pada kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah semata-mata untuk membuat kita paham mengenai rahasia yang telah Allah berikan kepada kita. Sebenarnya saya juga ingin mengulas tentang Allah Tritunggal, dosa warisan, namun biarlah tentang keduanya itu akan saya buat dalam bentuk buku.

Semua kesaksian mengenai iman saya kepada Kristus ini saya tulis bukan karena paksaan, tekanan, ataupun iming-iming, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan yang rela memberikannya kepada saya ketika pencarian kebenaran selama 12 tahun.

Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat dan sebelum mengakhirinya saya ingin mengutip surat Roma 10:9:
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan

Tuhan Memberkati. AMIN

Jakarta, Desember 2002

Budi S
dikutip dari: www.pemudakristen.com

Minggu, 23 November 2008


ANTI KRIS

<(LAMBANG ANTI KRIS 666) Apa yang dimaksud dengan Antikris? Anti artinya menentang dan kris dari kata Kristus artinya Yang Diurapi. Jadi anti yang Diurapi.

Bagaimanakah sosoknya ?, individu ataukah jamak ? dan apa hubungannya dengan angka triple enam ( 666 ) yang begitu heboh belakangan ini ? Berikut ini khotbah hamba Tuhan Bp. Pendeta Richard Soerinta, STh, yang mengupas tuntas masalah ini menurut pandangan Alkitab, yang berhasil penulis rangkum dan sajikan untuk saudara-saudara seiman.

Pembacaan firman Tuhan diawali dari kitab 1 Yohanes 2:18-27 sebagai berikut:

1 Yoh 2:18-27 ; Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. 19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. 20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. 21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. 22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barang siapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. 24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal didalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal didalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. 25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. 26 Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. 27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta-dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Dari nats alkitab di atas, bahwa antikris itu bisa pribadi dan juga bisa jamak.

Pembacaan selanjutnya, diminta untuk dibaca dirumah yaitu terdapat pada kitab Daniel 7:7-28.

Wahyu 12:3 ; Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Wahyu 20:2 ; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya.

Naga adalah lambang dari setan, dan di ingatkan agar jemaat tidak memakai atribut-atribut yang bergambar naga, diperankan dari kaisar Roma yang namanya kaisar Nero yang memimpin Roma sejak umur 13 tahun sejak tahun 54 Masehi. Ia seorang kaisar yang sangat keji dan jahat, ia adalah seorang pendusta, dia yang membakar dan membumi hanguskan kota Roma tetapi ia menuduh pelakunya adalah pengikut-pengikut kristus, sehingga terjadi pembantaian yang keji terhadap pengikut Kristus dan Rasul Paulus diperkirakan tewas dalam peristiwa ini.

Nama Kaisar Nero didefinisikan sebagai berikut :

Q ( qoph ) = 100

S ( samekh ) = 60

R ( resh ) = 200

N ( nun ) = 50

W ( wau ) = 6

R ( resh ) = 200

N ( nun ) = 50

——–

J u m l ah = 666

=======

Wahyu 13:18 ; Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Ciri-ciri antikris :

1. Menyangkal Bapa maupun Anak, 1 Yoh 2:22

2. Mengingkari inkarnasi Kristus, yaitu orang yang tidak percaya Tuhan menjelma menjadi manusia.

Biasanya orang seperti ini akan bertanya bagaimana mungkin Bapa punya Anak, kalau ada Bapa berarti ada mama dong hehehe. Bagaimana Bapa bisa beranak? ; Kalau begitu argumentnya, terus bagaimana dengan anak kunci, berarti kunci juga bisa beranak dong!? Bagaimana dengan anak tangga, apakah tangga juga bisa beranak? Jawabannya ada di kitab 1 Yohanes 4:3

dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah . Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

3. Seorang pembohong ( 1 Yohanes 2:22 )

4. Seorang penyesat ( 2 Yoh 1:7 ) ; Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Nasib si antikris :

Pada akhirnya antikris akan dihancurkan, selanjutnya dapat di baca pada :

Wahyu 19:20 ; Wahyu 19:11 ; Wahyu 20:1-3 ; Wahyu 20:11-15; Wahyu 21:1; Wahyu 21:22-27

Dalam setiap masa akan selalu ada antikris, namun sejarah membuktikan bahwa antikris selalu mengalami kehancuran. Demikian firman Tuhan.


>>>>

Pengertian Yesus (Isa Almasih)

Yesus dari Nazaret (kurang lebih antara 6 SM–4 SM - 29–33) adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah/pengajar, penyembuh, guru/rabbi, pembuat mujizat, dan tokoh Yahudi yang paling terkenal; di dalam kekristenan Yesus Kristus. Orang Kristen percaya, Yesus adalah Anak Allah, Tuhan, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia; dalam Islam, Isa Almasih adalah seorang nabi penting (Nabi Isa).

Nama "Yesus" adalah alihaksara dari bahasa Yunani Ιησους [Iēsoûs], yang pada gilirannya juga merupakan alihaksara dari bahasa Aram atau bahasa Ibrani yaitu:Yeshua, yang berarti : Keselamatan, atau "Tuhan adalah keselamatan", "Tuhan menyelamatkan". "Kristus" adalah gelar dalam teologi juga berasal dari bahasa Yunani Χριστός [Christos], yang dari bahasa Ibrani "Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih". Dalam Islam, Yesus (bahasa Arab: عيسى,[Isa]) secara umum disebut dengan nama Isa bin Maryam yang berarti Isa putra dari Maria . Dia dianggap sebagai salah satu nabi penting dari Tuhan.[1][2] pembawa Injil dan pembuat keajaiban.

Berbeda dengan masa kecilnya yang tidak diketahui (selain cerita kelahirannya dan kisah Yesus pada umur 12 tahun sedang mengajar di Bait Allah, Yerusalem), kita memiliki banyak informasi tentang tiga tahun terakhir hidupnya, dan khususnya minggu terakhir, dari keempat Injil di Alkitab serta tulisan-tulisan Paulus dan murid-muridnya yang lain.

Tindakan dan perkataan Yesus yang dicatat dalam Injil merupakan ajaran dasar kekristenan. Yesus mengajar di Galilea dan Yudea, dengan pesan penyangkalan diri dan pengampunan dosa. Hukum terutama yang Yesus ajarkan adalah hukum Kasih, bahwa manusia harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Yesus dihukum mati di Yerusalem oleh gubernur Kerajaan Romawi, Pontius Pilatus, karena ditekan oleh massa yang gelap mata, dan dieksekusi dengan disalibkan. Yesus wafat dan dimakamkan, (berbeda dengan pandangan Islam yang tidak percaya / tidak menerima bahwa Yesus wafat dan bangkit), orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit kembali dari alam maut pada hari ketiga. Inilah Paskah bagi orang Kristen.

Ajarannya pada awalnya disebarkan oleh keduabelas rasul Yesus, dan setelah Yudas digantikan oleh Matius. Paulus, seorang Farisi yang mula-mula menganiaya pengikut Yesus, namun akhirnya bertobat dan menjadi pengabar Injil yang masyhur. Mula-mula ajarannya disebarkan di daerah Israel kepada kaum Yahudi, namun akhirnya juga kepada bangsa-bangsa lain bukan Yahudi, dimulai dari panglima Romawi, Kornelius, hingga akhirnya merambah ke seluruh Asia Minor dan Afrika Utara, daratan Eropa Barat, Eropa Timur, Rusia, benua Amerika dan Australia, dan akhirnya ke Asia, sesuai dengan pesan terakhir Yesus untuk memberitakan Injil hingga ke ujung dunia.
by ; henry
Friendster ; henry_898@yahoo.co.id



Free Flash Games